Kamis, 16 Februari 2012




Cara Menghilangkan Alergi Makanan


Posted on 01 March 2011 by agil


Cara Menghilangkan Alergi Makanan – Tips Kesehatan, Pernah mengalami bengkak kemerahan, dan gatal-gatal setelah menyantap nikmatnya makanan? Atau bahkan sampai merasakan sesak? Bila ya, kemungkinan anda mengalami alergi terhadap makanan.


Meskipun angka kejadiannya sedikit, namun alergi terhadap makanan perlu juga diperhatikan karena akibat yang ditimbulkannya bisa menyebabkan kefatalan. Alergi makanan merupakan respon abnormal adanya makanan yang dipicu oleh sistem imun tubuh. Reaksi alergi yang terjadi dapat menyebabkan kejadian serius.


Mekanisme Alergi terhadap Makanan


Reaksi imunologis tubuh mempengaruhi timbulnya alergi terhadap makanan. Reaksi ini melibatkan imunoglobulin, yaitu protein yang membantu dalam respon kekebalan tubuh, tepatnya Imonuglobulin E (IgE) yang membentuk respon imun tubuh. Respon imun yang muncul dalam reaksi alergi melalui dua tahap, yaitu tahap sensitisasi alergen dan tahap elisitasi.

Tahap Sensitisasi


Tahap sensitisasi muncul ketika tubuh memproduksi antibodi IgE yang spesifik. Tahap sensitisasi ini juga disebut dengan tahap induksi, merupakan kontak pertama dengan alergen (yaitu ketika mengkonsumsi makanan penyebab alergi).

Tahap Elisitasi


Fase elisitasi terjadi jika terdapat pajanan ulang. Ketika terpajan dengan makanan (penyebab alergi) yang sama, protein akan mengikat molekul di sel mediator (sel basofil dan sel mast). Tahap elisitasi ini menyebabkan tubuh mengeluarkan molekul yang menyebabkan inflamasi (seperti leukotrien dan histamin). Efek yang timbul serta keparahan alergi dipengaruhi oleh konsentrasi dan tipe alergen, rute pajanan, dan sistem organ yang terlibat (misalnya kulit, saluran cerna, saluran pernapasan, dan darah).


Makanan Penyebab Alergi


Pada orang dewasa, makanan yang paling banyak menyebabkan reaksi alergi yaitu makanan yang berasal dari laut, seperti udang, lobster, kepiting. Selain makanan laut, kacang-kacangan juga menyebabkan alergi pada beberapa orang. Makanan lain yang sering menyebabkan reaksi alergi yaitu ikan dan telur. Kacang polong merupakan salah satu makanan yang dapat menyebabkan reaksi anafilaksis. Pada seseorang yang sangat alergi. Sejumlah kecil allergen dapat menyebabkan reaksi alergi. Pada seseorang yang kurang sensitif, bisa saja mentoleransi sejumlah kecil makanan yang dapat menyebabkan alergi.


Pada anak-anak, penyebab alergi makanan yang paling sering yaitu telur, susu, kacang, dan buah. Terkadang, alergi akan hilang pada anak, namun alergi pada orang dewasa cenderung menetap. Selain itu, pada anak lebih banyak ditemukan alergi terhadap susu sapi atau susu kedelai dibandingkan alergi terhadap kacang, ikan, atau udang. Orang dewasa dan anak-anak cenderung memiliki reaksi alergi terhadap makanan yang sering dikonsumsi. Misalnya orang di Jepang alergi terhadap nasi, dan di Skandinavia alergi terhadap ikan kod banyak ditemukan dibanding tempatlainnya.

Gejala Alergi terhadap Makanan


* Kulit

Reaksi alergi terhadap makanan yang paling banyak muncul ke kulit. Bentol kemerahan, sangat gatal, dan bengkak. Bahkan kadang muncul berkelompok dan keluar dengan cepat. Bentol pada kulit dapat dapat muncul sendiri maupun disertai dengan gejala alergi lainnya. Dermatitis atopik atau eczema, kondisi kulit yang ditandai dengan gatal, betsisik, kemerahan, bisa juga dipicu oleh alergi terhadap makanan. Reaksi ini umumnya bersifat kronik dan muncul pada seseorang yang memiliki riwayat keluarga mempunyai alergi atau asma.

* Saluran napas

Gejala asma seperti batuk, napas berbunyi atau kesulitan bernapas, dikarenakan penyempitan saluran pernapasam, dapat dipicu oleh alergi terhadap makanan, terutama pada bayi dan anak-anak.

* Saluran cerna

Gejala alergi terhadap makanan yang mempengaruhi saluran cerna meliputi muntah, diare, kram perut, terkadang ruam kemerahan di sekitar mulut. Selain itu, bisa juga terjadi gatal dan bengkak di sekitar mulut dan kerongkongan, sakit perut, dan banyak gas.


Reaksi lain terhadap Makanan


Sedangkan reaksi lain yang berhubungan dengan makanan yaitu intoleransi makanan (seperti intoleransi laktosa, intoleransi susu), keracunan makanan, dan reaksi keracunan bukan merupakan reaksi dari respon kekebalan tubuh. Prevalensi alergi makanan lebih rendah dibandingkan reaksi samping/ efek samping dari makanan. Diperkirakan alergi makanan muncul sebanyak 2-5% pada populasi.


Pada bayi, reaksi non alergi, biasanya reaksi sementara pada beberapa makanan terutama buah, biasa ditemukan. Misalnya terdapat ruam di sekitar mulut disebabkan oleh asam alami pada buah tomat dan jeruk, atau diare dikarenakan gula dalam jus buah atau makanan lainnya yang muncul pada beberapa kali. Reaksi lainnya merupakan reaksi alergi, dan dapat disebabkan oleh makanan yang menimbulkan alergi bila dimakan lagi. Seiring dengan pertumbuhannya, beberapa anak dapat mentoleransi makanan yang sebelumnya merupakan penyebab alergi.

Tips untuk Anda yang Alergi terhadap Makanan


Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan bila anda mengalami alergi makanan:


1. Hindari makanan penyebab alergi. Hal ini merupakan cara terbaik untuk menghilangkan alergi.

2. Ketahui kandungan makanan. Seseorang yang memiliki alergi terhadap makanan ketika makan di luar rumah perlu menanyakan bahan makanan yang dikonsumsi. Hal ini perlu anda lakukan untuk menghindari alergen tersembunyi.

3. Bacalah label makanan. Hal ini perlu dilakukan agar anda dapat menghindari makanan penyebab alergi. Di Amerika Serikat dan beberapa Negara lain telah menerapkan pemberian label dengan istilah yang lebih umum, seperti penggunaan kata ‘susu’ untuk menggantikan istilah teksnis seperti ‘kasein’.

4. Bila reaksi alergi yang muncul sangat hebat, segera pergi ke dokter.

Yoghurt Jadi Alternatif Pengganti Susu Untuk Balita



Yoghurt Jadi Alternatif Pengganti Susu Untuk Balita – Tips Kesehatan, Jika diantara anda memiliki seorang balita yang tidak menyukai susu, maka jangan khawatir karena sekarang sudah ada penggantinya yang dijamin akan kesehatannya. Pengganti susu tersebut yakni dengan yoghurt (susu berfermentasi) yang dibuat khusus untuk anak sehingga aman untuk dikonsumsi. Rasanya yang enak, dapat mengatasi tipe anak-anak yang tidak suka mengkonsumsi dari malnutrisi. Selain itu juga, Yoghurt mengandung banyak probiotik yang merupakan bakteri baik yang berguna untuk pencernaan.


Namun, Yoghurt harus diberikan kepada anak setelah mereka mengkonsumsi makanan utamanya, agar anak tidak merasa kenyang sebelum makan. Dapat berupa campuran jus buah, dressing salad sayur, buah, dan puding, serta saus sate buah.Membiasakan anak mengonsumsi yogurt dapat menjagakesehatan, dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh jika diberikan secara teratur.


Namun, harus dicermati yogurt yang bisa untuk dikonsumsi anak dan yang tidak, pastikan label kemasan terdapat keterangan baik untuk dikonsumsi bayi atau balita yaitu yogurt yang mengandung Bifidobacterium sp. yang menghasilkan asam laktat tipe L (+). Sedangkan asam laktat tipe D (-) yang mengalami metabolisme lebih lambat tidak cocok bagi bayi. Setelah usia setahun barulah anak dapat mengonsumsi semua jenis yoghurt dan menikmati manfaatnya sebagai sumber protein, kalsium, dan fosfor tinggi.


* Mengatasi dan mencegah diare, tipus dan muntaber anak

Si kecil yang selalu diare setiap kali minum susu, bias jadi dikarenakan kekurangan enzim pencerna laktosa. Dalam yoghurt, laktosa susunya sudah dipecah oleh bakteri “baik” Lactobacillus bulgaricus melalui proses fermentasi, hingga mudah diserap tubuh. Jika sejak dini si kecil sudah dibiasakan mengonsumsi yoghurt sehari sekali sebanyak 200 cc, maka keseimbangan saluran cernanya akan terjaga. Dampak menguntungkannya, kuman-kuman penyebab berbagai penyakitseperti tipus dan muntaber tidak akan bisa tumbuh.

* Menjaga kesehatan saluran pencernaan

Flora usus pengonsumsi yoghurt terbukti sulit ditumbuhi kuman-kuman patogen atau kuman yang dapat menyebabkan penyakit. Dengan terhambatnya pertumbuhan sekaligus matinya mikrobia patogen dalam lambung dan usus halus bisa menghindari munculnya berbagai penyakit akibat infeksi atau intoksikasi mikrobia.

* Menetralisir antibiotik

Mengonsumsi antibiotik memang berfungsi mematikan kuman, namun ia tidak pandang bulu mana kuman yang perlu dibunuh dan mana yang sebetulnya tidak perlu dimusnahkan. Bukankah sebenarnya ada kuman yang harus berada di saluran cerna guna menjaga keseimbangan flora usus? Nah, yoghurt dapat menetralisir efek samping antibiotik ini.

* Anti kanker saluran cerna

Bakteri-bakteri yang berperan dalam yoghurt dapat mengubah zat-zat prekarsinogenik (zat-zat pemicu kanker) yang ada dalam saluran pencernaan, hingga mampu menghambat terjadinya kanker.

* Mencegah jantung koroner

Bakteri “baik” yakni, Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus yang terdapat dalam yoghurt, akan menghasilkan asam folat dan vitamin B kompleks, kedua vitamin ini berguna mencegah munculnya penyakit jantung koroner pada Anak.


Yogurt probiotik dapat menjadi alternatif pilihan makanan sehat untuk anak Anda. Namun tentunya Anda tetap perlu menjaga asupan gizi yang seimbang untuk memperoleh kesehatan anak yang optimal.

Minggu, 12 Februari 2012

Tulang kuat, Modal si Tubuh Sehat




Tulang dalam tubuh kita pada dasarnya terbentuk sebelum pubertas. Pada usia sekitar 30-an, kemampuannya untuk tumbuh mulai melambat dan berimbas pada kepadatan tulang. Proses peremajaan yang berkurang ini mampu menjadikan tulang rentan terhadap retak.

Adapun menurut penelitian, perempuan memiliki peluang empat kali lebih besar terkena osteoporosis dibandingkan pria. Kurang konsumsi Kalsium sejak kecil, jarang berolah raga, merokok, kurang terkena paparan sinar matahari, dan konsumsi minuman soda berlebih hingga sejarah osteoporosis dalam keluarga mampu memperparah hal ini. Oleh karenanya, wajib bagi kita untuk terpenuhi kebutuhan Kalsium dan Vitamin D dalam badan.


Selain sayuran hijau, salmon dan keju, konsumsi yogurt pun perlu masuk jadi salah satu must-eat list kamu. Satu cup Yogurt Activia mengandung 30% kebutuhan kalsium sehari Tentunya dengan konsumsi tiap hari sebanyak 2 cup Yogurt Activia dapat membantu memenuhi kebutuhan kalsium. Yuk, kombinasikan pola hidup sehatmu dengan kecukupan dalam berolahraga, makanan seimbang, paparan sinar matahari pagi dan konsumsi Yogurt Activia sebanyak 2 cup per hari untuk kesehatan tulang yang maksimal.

Selasa, 07 Februari 2012

Pencernaan Lancar, Tubuh Lebih Sehat




Siapa bilang susah buang air besar, atau sembelit adalah hal sepele. Jika dibiarkan, hal ini dapat mempengaruhi kesehatan tubuh kita secara keseluruhan lho!


Banyak orang yang tidak sadar bahwa dirinya terkena gangguan pencernaan. Padahal, menurut para ahli, frekuensi buang air besar sebanyak 3 kali dalam seminggu sudah dapat dikategorikan sebagai sembelit. Namun, ada saja orang yang tetap santai meski hanya buang air besar sebanyak 2 kali dalam seminggu, atau bahkan satu kali dalam seminggu.


Saat susah buang air besar, kotoran akan menumpuk di usus kita. Menyebabkan perut terasa tidak enak. Jika badan sudah tidak enak, tentunya akan berdampak pada hal lain dalam kehidupan kita, misalnya saja jadi sulit konsentrasi bekerja akibat perut terasa penuh.


Sembelit yang dibiarkan terus menerus tanpa diobati dapat mengarah kepada kanker. Selain itu, kebiasaan buang air besar kita bisa menjadi suatu indikasi adanya penyakit lain yang bersarang di tubuh kita. Jadi, kita harus lebih memperhatikan kesehatan pencernaan.


Menggunakan obat pencahar untuk mengatasi susah buang air besar, sebenarnya tidak disarankan. Bahkan obat pencahar sebetulnya adalah salah satu penyebab sembelit. Lebih baik jika kita rutin mengonsumsi makanan tinggi serat, banyak minum air dan olahraga dan mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik sebagai tambahan.


Probiotik dapat membantu usus kita bekerja lebih baik sehingga terhindar dari gangguan pencernaan. Probiotik, salah satunya, bisa kita dapat dengan mengonsumsi yoghurt. Tentunya dengan catatan, yoghurt tersebut memang diproses dengan menambahkan probiotik ke dalamnya.
Oleh karena itu, sebelum Anda terlanjur terkena sembelit, ada baiknya jagalah kelancaran pencernaan Anda mulai dari sekarang.


Source :
http://health.kompas.com
http://www.suaramedia.com
Image Source
www.gettyimages.com

Mitos vs Fakta : Jauhkan Yogurt dari Anak Kecil



Dzaki melihat iklan yogurt di televisi kemudian mendatangi Ibunya di dapur sembari meminta untuk dibelikan yogurt rasa strawberry. Ibunya menengok sambil berkata, "Kamu kan masih kecil. Perutmu belum kuat."

Pola pandang atas masih muda-nya perut dan lambung si kecil, mendorong kebanyakan orangtua untuk memilah-milih asupan makanan apa yang dipandang kurang baik untuk sang buah hati. Yogurt, salah satunya. Dipersepsi sebagai makanan dengan tingkat keasaman tinggi karena rasanya, orangtua pun cenderung takut akan efek sakit perut yang akan terjadi. Benarkah demikian?
Pada dasarnya komposisi yogurt itu tidak jauh dari susu. Pun khasiatnya sama, bahkan lebih! Sehingga yogurt dapat diberikan bagi anak-anak. Yogurt memberikan fungsi penting bagi anak-anak, yaitu:

* Menjaga kesehatan saluran pencernaan

Laktosa dalam yogurt telah dipecah oleh bakteri baik Lactobacillus bulgaricus sehingga mudah diserap tubuh dan aman untuk lambung si kecil. Saluran cerna pun terjaga dengan sangat baik! Juga, flora usus pengkonsumsi yogurt terbukti akan menjadi tempat tinggal yang meresahkan bagi kuman. Dengan demikian, kuman-kuman penyebab beberapa penyakit seperti tipus dan muntaber tidak akan bisa tumbuh.


* Menetralisir antibiotik

Saat si kecil diberi obat antibiotik ketika sakit, kadang obat tersebut tidak memandang kuman mana yang perlu dimatikan dan mana yang harus dipelihara,sehingga saat minum antibiotic, kuman yang baik juga mati. Yogurt mampu menetralisir efek samping antibiotik tersebut,sehingga menjaga bakteri baik tetap hidup,

Penting untuk dimengerti bahwa konsumsi yogurt sebaiknya menjadi bagian dari gaya hidup sehat dan diajarkan sejak dini. Anak-anak yang mengonsumsi yogurt secara teratur memiliki daya tahan tubuh yang tinggi. Alergi, yang biasa menyerang bahkan dapat berkurang gejalanya. Dengan pilihan yogurt yang makin varian, dimulai dari kelembutan, rasa dan potongan buah didalamnya mampu menjadikan acara makan yogurt sebagai bagian yang fun dan menyehatkan bagi si kecil. Tumbuh kembang lebih baik, berawal dari pencernaan yang baik juga.


disadur dari:
www.milkuat.co.id
www.info-sehat.com
www.kompas.com

Sabtu, 04 Februari 2012

Healthy Shopping


Meskipun masuk ke supermarket yang sama dan durasi waktu yang tidak begitu berbeda, Kania dan Rinna mengantri dalam satu antrian kasir. Bedanya hanya terletak pada apa yang ada didalam kereta dorong mereka.

Siapa yang tidak suka berbelanja? Entah itu berhubungan denganoutfit, asesoris, elektronik, sampai belanjaan untuk kebutuhan pangan dan rumah sehari-hari di supermarket, belanja memang selalu dikenal sebagai salah satu gaya hidup. Yang perlu kita ingat hanya bagaimana membedakan antara kebutuhan, dengan keinginan. Hayo ngaku, yang satu ini pasti sulit sekali untuk dibedakan bukan?

Di supermarket salah satunya, coba dilihat berapa banyak isi dari keranjang belanjaan kamu yang mungkin sebenarnya bisa dibilang keinginan semata? Dengan membiasakan pola pikir hidup sehat, otomatis akan tercermin juga dalam apa yang kita belanjakan. Yuk tengok lebih jauh area buah dan sayur. Disana juga terdapat fresh dailyyang bisa dijadikan menu tambahan dalam menikmati setiap acara makan, seperti susu, yogurt, dan lain sebagainya.

Dengan memasukkan beberapa, aneka buah-buahan, sayur-sayuran yang Anda suka, ditambah yogurt dalam to-buy-list, Anda telah mendukung pola healthy living. Buah-buahan dan Yogurt bisa dijadikan cemilan sehat yang dapat dimakan kapanpun dan dimanapun ini, Yogurt Activia merupakan cara hidup sehat yang menyenangkan untuk membantu pelihara bakteri baik dalam perutmu. Karena hampir semuanya berawal dari dalam perut, maka  untuk urusan lifestyle lainnya dijamin Anda nggak akan ketinggalan! Yuk jadikan healthy shopping sebagai healthy lifestyle-mu. Shopping has never been this deliciously healthy, right?
 

Uniknya Yogurt di Bulan Ramadhan

Bulan puasa adalah saat dimana manusia menahan nafsu, salah satunya adalah konsumsi makan dan minum selama jangka waktu tertentu. Kurang lebih 13 jam, perut akan otomatis kosong serta waktunya tubuh untuk melakukan proses pembersihan. Proses yang juga disebut detoksifikasi ini mengeluarkan sisa-sisa racun dan makanan dalam tubuh untuk badan yang lebih bersih dan segar.


Namun terkadang racun dan sisa makanan yang dibersihkan dari perut kita itu masih ada yang tersisa lho. Salah satu alternatif baik untuk membantu memaksimalkan proses tersebut adalah dengan banyak konsumsi yogurt. Lalu kemudian timbul pertanyaan, bahaya nggak ya makan yogurt di bulan puasa ini? Dari sinilah keunikan yogurt terungkap.


* Bagaimana dengan diare? Bagi yang punya pandangan bahwa yogurt bisa menyebabkan diare yang berujung terhambatnya kegiatan puasa, justru fakta berkata sebaliknya. Asupan bakteri baik dalam yogurt mempertahankan keseimbangan mikroflora usus! Caranya, si bakteri baik itu akan menghambat pertumbuhan bakteri patogen (parasit) Sehingga membantu mempertahankan kesehatan saluran pencernaan.


* Bye-bye bau mulut Ini merupakan salah satu efek real yang timbul ketika kita berpuasa. Karena tak adanya asupan apapun yang masuk ke dalam lambung, produksi saliva yang berfungsi menjaga rongga mulut dan membunuh bakteri pun jadi berkurang. Thanks to yogurt, hal itu nggak akan menjadi masalah lagi! Kemampuannya mengurangi jumlah bakteri dan tingkat hidrogen sulfida penyebab bau mulut tidak perlu diragukan. Orang yang rajin mengkonsumsi yogurt pun tidak menjadi sasaran empuk plak dan penyakit gusi lainnya.


Bagi Anda yang masih ragu untuk mengkonsumsi yogurt di bulan puasa ini, mulailah dari sekarang dan temukan sederetan manfaat untuk kebaikan perut Anda. Karena tubuh yang sehat berawal dari dalam.